BeritaKalimantan

1,700 Polisi Dikerahkan, Amankan Aksi Damai di Kantor Gubernur Kaltim

53
×

1,700 Polisi Dikerahkan, Amankan Aksi Damai di Kantor Gubernur Kaltim

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kantor Gubernur Kalimantan Timur, (foto : Wikipedia)

KALTIM, LIVENEWS.CO.ID — Sebanyak 1.700 personel kepolisian akan disiagakan mengamankan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026) besok. Kawat berduri pun telah dipasang di lokasi unjuk rasa untuk menghalau massa.

Massa aksi disebut akan mengajukan tuntutan terkait Gubernur Kaltim Rudy Masud dan kebijakannya. Ada dua lokasi yang jadi titik lokasi demo yakni di sekitar Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar dan Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada.

Aksi unjuk rasa ini dimotori oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim. Sekitar 2.000 orang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk 56 organisasi masyarakat, disebut akan ikut serta dalam unjuk rasa ini.

“1.700 personel gabungan akan dikerahkan untuk mengamankan aksi secara humanis,” ujar Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro, Senin (20/4/2026).

Endar menegaskan aparat tidak akan bersikap represif selama aksi berlangsung damai dan tidak mengganggu ketertiban umum maupun melanggar hukum.

“Sebagai langkah pencegahan, kami telah menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan lintas agama untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi provokasi,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah, menyebut aksi tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi pemerintahan daerah yang dinilai rawan praktik nepotisme dan neofeodalisme.

Ia mengatakan salah satu tuntutan utama adalah evaluasi pembentukan Tim Ahli Gubernur yang dianggap tidak efektif dan berpotensi membebani anggaran daerah.

Humas Aksi Aliansi Rakyat Kaltim, Bella, menambahkan sedikitnya 35 organisasi masyarakat dan mahasiswa dipastikan terlibat dalam aksi tersebut.

Peserta aksi berasal dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus, Universitas Widya Gama Mahakam, Politeknik Negeri Samarinda, serta kampus di Kutai Kartanegara.

Relawan aksi, Irma Suryani, menyatakan kebutuhan logistik seperti makanan dan minuman telah disiapkan melalui tiga posko yang beroperasi sejak beberapa hari terakhir.

Ia menambahkan donasi publik yang terkumpul mencapai sekitar Rp27 juta dan digunakan untuk mendukung kebutuhan teknis aksi, termasuk penyediaan perangkat suara. (Inilah)

Baca Juga  Gol Tunggal Ole Romeny Bungkam Mozambik, Peringkat FIFA Garuda Meroket Salip 4 Negara
error: Content is protected !!