BeritaNasional

Aspal Buton: Potensi Besar, Manfaat yang Belum Maksimal

32
×

Aspal Buton: Potensi Besar, Manfaat yang Belum Maksimal

Sebarkan artikel ini

Opini: oleh Zaya

BUTON, LIVENEWS.co.id —   Aspal Buton telah lama dikenal sebagai salah satu kekayaan alam unggulan Indonesia yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Kandungan aspal alami yang melimpah menjadikan daerah ini sebagai satu-satunya penghasil aspal alam terbesar di Indonesia, bahkan termasuk yang terbesar di dunia. Namun, ironisnya, potensi besar ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Selama bertahun-tahun, pengelolaan Aspal Buton cenderung lebih berorientasi pada kepentingan industri skala besar dan kebutuhan nasional, seperti pembangunan infrastruktur jalan. Negara memang memperoleh manfaat dari pemanfaatan sumber daya ini, tetapi distribusi keuntungan ke daerah penghasil masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan dengan baik. Banyak masyarakat di sekitar wilayah tambang yang justru belum merasakan dampak ekonomi yang signifikan.

Baca Juga  Tekor!! Purbaya Umumkan Defisit APBN Februari Rp 135 Triliun

Salah satu masalah utama terletak pada tata kelola dan hilirisasi. Aspal Buton sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi, sehingga nilai tambah yang seharusnya bisa dinikmati di daerah justru berpindah ke pihak lain. Jika pemerintah daerah dan pusat mampu mendorong pembangunan industri pengolahan aspal di wilayah Buton, maka peluang peningkatan pendapatan daerah dan penciptaan lapangan kerja akan terbuka lebih luas.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan pendapatan juga menjadi hal yang krusial. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana hasil dari eksploitasi sumber daya ini dikelola dan dialokasikan. Tanpa transparansi, akan sulit membangun kepercayaan publik, dan potensi konflik sosial pun dapat meningkat.

Baca Juga  Panas! AS Cegal Delegasi Iran Masuk Piala Dunia 2026 atas Tuduhan Susupan IRGC

Tak kalah penting adalah aspek keberlanjutan lingkungan. Aktivitas penambangan yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak ekosistem dan mengancam kehidupan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, keseimbangan antara eksploitasi ekonomi dan pelestarian lingkungan harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan yang diambil.

Aspal Buton seharusnya menjadi berkah bagi masyarakat, bukan sekadar komoditas nasional. Sudah saatnya ada keberpihakan yang lebih nyata terhadap daerah penghasil, baik melalui peningkatan dana bagi hasil, pengembangan industri lokal, maupun pemberdayaan masyarakat. Jika dikelola dengan bijak, Aspal Buton bukan hanya akan mengaspal jalan-jalan di seluruh negeri, tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan bagi masyarakat Buton itu sendiri. (*)

error: Content is protected !!