BeritaNasional

Dianggap Penjajah, Pemprov DKI Jakarta Gencar Buru Ikan Sapu-sapu

46
×

Dianggap Penjajah, Pemprov DKI Jakarta Gencar Buru Ikan Sapu-sapu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ikan Sapu-sapu, (foto : Liputan6)

JAKARTA, LIVENEWS.CO.ID — Belakangan ini, ikan sapu-sapu bukan lagi sekadar pembersih kaca akuarium yang tenang. Di perairan bebas Indonesia, ikan asal Amerika Selatan ini justru sedang “diincar” untuk dibasmi.

Langkah Pemprov DKI Jakarta yang gencar menangkap ikan ini pun mendapat jempol dari para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Namun, muncul pertanyaan, kenapa ikan yang terlihat pasif ini harus diburu? Memang sebahaya apa sih?

1. Si “Tamu” yang Malah Jadi Penjajah

Meski bukan ikan predator yang hobi memangsa ikan lain, ikan sapu-sapu punya sifat invasif. Peneliti BRIN, Gema Wahyu Dewantoro, menyebut ikan ini punya kemampuan reproduksi yang luar biasa cepat. Alhasil, ikan asli Indonesia perlahan tersingkir karena kalah saing dalam memperebutkan wilayah dan sumber makanan.

2. Perusak Fasilitas Alam dan Nelayan

Baca Juga  Selat Hormuz Tegang, Ratusan Kapal Tanker Berlabuh di Teluk Persia

Jangan tertipu dengan gerakannya yang lambat. Ikan sapu-sapu hobi melubangi pinggiran sungai dan danau, yang jika dibiarkan bisa merusak struktur tanah di bantaran air.

Tak hanya itu, kulitnya yang keras dan kasar sering kali membuat jaring nelayan robek, yang tentu saja merugikan ekonomi warga lokal.

3. “Gudang” Logam Berat

Ini yang paling krusial bagi manusia. Ikan sapu-sapu dikenal sangat tangguh dan bisa hidup di air yang tercemar parah. Efek sampingnya, tubuh mereka menyerap polutan berbahaya.

“Dagingnya diduga mengandung logam berat. Kalau dikonsumsi dalam jangka panjang, dampaknya negatif buat kesehatan,” jelas Gema. Jadi, meskipun terlihat banyak dan mudah ditangkap, ikan ini sangat tidak disarankan untuk dijadikan bahan makanan.

Lalu, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Peneliti BRIN lainnya, Haryono, menekankan bahwa metode manual alias ditangkap secara massal adalah cara paling aman dibanding menggunakan bahan kimia yang justru bisa merusak kualitas air.

“Perlu penangkapan yang intensif dan rutin supaya populasinya terkikis habis,” ujarnya. Langkah ini diharapkan tidak hanya dilakukan di Jakarta, tapi juga menjadi contoh bagi wilayah lain yang perairannya mulai dikuasai oleh ikan jenis asing invasif.

Sumber : Inilahcom

Baca Juga  Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia, Gattuso Susul Gravina dan Buffon Tinggalkan Azzurri
error: Content is protected !!