BANGKA,LIVENEWS – Insiden yang menewaskan Tujuh orang pekerja saat sedang melakukan ekploitasi penambangan pasir timah di lokasi bekas tambang Pondi, Desa Pemali menjadi perhatian banyak kalangan.
Kejadian seperti ini bukan yang pertama kalinya terjadi dilokasi tersebut. Mirisnya, kendati telah banyak menelan korban jiwa, PT Timah sebagai pemegang IUP terkesan melakukan pembiaran, sehingga masyarakat secara leluasa melakukan kegiatan ekploitasi dilokasi bekas tambang Pondi tanpa adanya pengawasan dari pemilik IUP.
Seperti halnya yang diutarakan Muslim, warga Desa Pemali. Menurut dia, sejak lahan tersebut ditinggalkan pengelolanya (PT Tongga Samudra–red), banyak masyarakat memanfaatkan peluang untuk mendapatkan pasir timah.
“Kejadian ini pertama kalinya terjadi saat lokasi ini dikelola PT Tongga Samudra. Pasca ditinggalkan PT Tongga Samudra, lokasi ini langsung diburu banyak orang, karena masih banyak kandungan pasir timah didalamnya,” ucap Muslim.
Menurut dia, terhitung hari ini, lokasi eks tambang Pondi telah menelan puluhan nyawa.
“Kayak mane dak tergiur, yang ngelimbang bai kadang dapat 5kg ke atas. Itu pas awal awal PT Tongga Samudra tutup,” ungkapnya.
Atas dasar itulah, lanjut Muslim, lokasi bekas tambang Pondi mulai ramai dikerjakan masyarakat, baik secara manual hingga ada yang menggunakan alat berat.
“Kayak yang kejadian kemarin, Ti tu kan punya ko Akian, warga sini la (warga jalan Kenanga, Pemali). Yang begawe 11 orang. Nah dari 11 orang ini, 7 pekerjanya tewas tertimbun tanah pada saat berada didalam lobang camuy,” ucapnya.
Masih kata Muslim, aktivitas penambangan di lokasi tersebut sebelumnya telah berjalan selama sekitar dua bulan dan sempat dihentikan untuk sementara waktu sebelum kembali beroperasi sekitar satu minggu terakhir. Hingga akhirnya terjadi insiden longsor.
“Untuk penyebab nya kenapa pacak berhenti, ku dak tau kalo masalah tu. Karna bos Akian agak tertutup orang a. Mane semua pekerja a dari jawe bai, bukan penduduk disini,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Agus. Menurut dia, ada oknum aparat yang diduga melindungi bos Ak sehingga yang bersangkutan bebas melakukan kegiatan aktifitas penambangan dilokasi eks tambang Pondi.
“Ikak lidik lah, kalo ku sebut siape orang a, kelak ku dicari pulik kek orang orang disini. Yang pasti ade oknum aparat yang back up a,” kata Agus.
Bahkan kata dia, hasil timah dari kegiatan ekploitasi dilokasi eks tambang Pondi tidak pernah disetorkan Ak kepada pemilik IUP, dalam hal ini PT Timah.
Sementara, Kapolres Bangka, AKBP Deddy saat dikonfirmasi terkait tindaklanjut atas penanganan laka kerja dilokasi eks tambang Pondi mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan lainnya saat ini sedang fokus melakukan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun.
Menurut Kapolres, dalam upaya pencarian hari ini, 3 orang korban telah berhasil dievakuasi. Sementara untuk korban yang belum ditemukan masih dalam upaya pencarian.
“Sementara waktu kita masih fokus pencarian 1 korban lagi dan mohon doanya rekan rekan,” katanya.
Terpisah, Ardam, anggota BPBD Kabupaten Bangka, menyampaikan upaya pencarian terhadap keempat korban yang tertimbun akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah upaya pencarian oleh tim gabungan membuahkan hasil, 3 korban berhasil ditemukan, tinggal 1 lagi atas nama Soleh,” ujarnya.
Sementara, berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Bangka menyebutkan, tercatat 11 orang pekerja sedang melakukan kegiatan ekploitasi penambangan di lokasi eks tambang Pondi, desa Pemali pada Senin (02/02/2026) kemarin.
Dalam kejadian itu, 4 orang dinyatakan selamat atas nama Ecek, Asep, Mani dan Sainan ( warga pendatang asal Padengkelan Banten, Jawa Barat).
Untuk 7 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah tertimbun tanah dan sebanyak 6 orang telah berhasil dievakuasi tim gabungan atas nama Abat, Samson, Sanam, Abeng, Alex dan Manaf.
Sedangkan untuk korban atas nama Soleh hingga saat ini masih dalam upaya pencarian oleh tim gabungan.
“Semua korban merupakan warga pendatang asal Padengkelan, Banten Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Untuk pemilik tambang sendiri diketahui bernama Akian, warga jalan Kenanga, Desa Pemali, Kabupaten Bangka. (Radak).
Insiden Laka Tambang Pondi Bukan Pertama Kalinya Terjadi, PT Timah Diduga Lakukan Pembiaran












