BeritaEkonomiInternasional

Kapitalisme : Sejarah, Cara Kerja, dan Daftar Negara Penganutnya

32
×

Kapitalisme : Sejarah, Cara Kerja, dan Daftar Negara Penganutnya

Sebarkan artikel ini
Sistem ekonomi kapitalis, (foto : Gramedia)

JAKARTA, LIVENEWS.CO.ID – Setiap negara memiliki sistem ekonomi yang berbeda-beda, namun, ada satu sistem yang cukup banyak diterapkan di berbagai negara, yaitu ekonomi kapitalis.

Dalam sistem ini, sektor swasta diberikan kebebasan untuk menjalankan kegiatan bisnis, mulai dari produksi, distribusi, hingga penetapan harga, sementara pemerintah hanya berperan sebagai pengawas saja.

Sistem ini dinilai dinilai mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi, sehingga banyak diterapkan di berbagai negara.

Apa Itu Kapitalisme?

Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang paling banyak digunakan oleh berbagai negara di dunia.

Di dalam sistem ini, pelaku ekonomi, yakni sektor swasta, diberikan kebebasan dalam mengelola kegiatan produksi dan distribusi dengan menggunakan sumber daya yang ada.

Sementara itu, pemerintah hanya berperan sebagai pengawas atau regulator untuk memastikan persaingan usaha tetap sehat.

Dengan demikian, kepemilikan aset seperti pabrik, mesin, alat produksi, hingga penentuan harga barang di pasar, di tentukan oleh sektor swasta, bukan diatur melalui perintah pusat atau pemerintah.

Siapa yang Menciptakan Kapitalisme?
Teori kapitalisme pertama kali diperkenalkan oleh Adam Smith melalui bukunya yang terkenal pada abad ke-18, ā€œThe Wealth of Nationsā€.

Sebelumnya, sistem kapitalisme ekonomi ini sudah mulai diterapkan sejak abad ke-16, khususnya di Inggris, saat industri tekstil di sana mulai berkembang.

Dari situlah, Inggris mulai mengumpulkan modal lalu memutarnya untuk meningkatkan hasil produksi. Sejak saat itu, sistem ini berkembang dan mulai diterapkan di berbagai negara.

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Kapitalis

1. Amerika Serikat

Baca Juga  Kejutan Piala Dunia 2026: Paraguay Pulangkan Jerman Lebih Cepat Lewat Adu Penalti

Amerika Serikat menganut sistem ekonomi kapitalis selama lebih dari satu abad. Mereka memberikan karpet merah kepada sektor swasta untuk menggerakkan roda ekonomi.

Forbes menyebut, lebih dari 27 juta perusahaan di AS dikelola dan dimiliki pihak swasta. Perusahaan swasta berskala kecilnya bahkan dapat menyumbang 46 persen PDB nonpertanian.

2. Tiongkok

Tiongkok memang menganut ideologi komunisme, tetapi untuk urusan perekonomian, mereka menerapkan sistem ekonomi pasar kapitalis.

Hal ini dibuktikan dari data yang dirilis oleh Bloomberg yang menyatakan bahwa dari 100 perusahaan teratas di Tiongkok, 49 di antaranya adalah perusahaan swasta yang berkembang sangat masif.

Bahkan, sektor swasta kini menyumbang 54 persen dari total nilai 100 perusahaan terbesar di Negeri Tirai Bambu, melonjak 10 persen jika dibandingkan tahun 2010.

Perusahaan yang mendominasi saat ini ialah Alibaba, Huawei, dan Tencent.

3. Inggris

Baca Juga  Laporan Media AS, Iran Serang Markas Intelijen Amerika di Arab Saudi

Inggris merupakan tempat lahirnya teori kapitalisme modern. Meski sempat mengalami fluktuasi, sektor swasta tetap menjadi fondasi utama dalam pertumbuhan ekonomi negara.

Berdasarkan Research Briefing dari House of Commons Library (2021), terdapat sekitar 5,6 juta perusahaan swasta yang beroperasi di Inggris.

Gurita bisnis swasta di Inggris sangat beragam, mulai dari sektor teknologi komunikasi, kuliner legendaris, hingga industri high-fashion.

4. Jerman

Jerman menerapkan model ekonomi kapitalisme yang fokus pada kualitas dan keberlanjutan.

Industri yang menyumbang pertumbuhan PDB terbesarnya adalah manufaktur, khususnya di sektor otomotif dan teknologi.

Keunikan lainnya, Jerman sangat mengandalkan perusahaan keluarga (Mittelstand) yang sampai saat ini masih mendunia dan mendominasi pasar global, seperti Volkswagen Group, BMW Group, dan Otto Group. (Inilah)

Baca Juga  ​Gunakan Dana Hibah Tak Sesuai Rencana, Pengurus KONI Babar Terancam 20 Tahun Penjara
error: Content is protected !!