Bangka BaratBerita

Kapolres Bangka Barat : Mortir Sisa Perang Sudah Dimusnahkan di Mentok

40
×

Kapolres Bangka Barat : Mortir Sisa Perang Sudah Dimusnahkan di Mentok

Sebarkan artikel ini
Foto : Humas Polres Bangka Barat

BANGKA BARAT, LIVENEWS.CO.ID – Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, memastikan proyektil peluru sisa perang yang baru saja ditemukan, di pesisr Desa Air Putih, Kecamatan Mentok sudah dimusnahkan, Senin, (23/2/2026).

Langkah ini diambil memastikan serta komitmen Polres Bangka Barat, untuk menjaga keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah yang utama. Begitu menerima informasi pada pukul 10.00 WIB, kami langsung mengambil langkah cepat untuk mengamankan lokasi agar tidak menimbulkan korban,” ujar Pradana.

Mortir tersebut pertama kali ditemukan warga saat mendulang pasir timah di Pantai Pelabuhan Tanjung Ular pada Jumat (20/2/2026) malam.

Setelah menyadari benda itu menyerupai bom, warga melaporkannya kepada aparat desa hingga diteruskan ke kepolisian.

Menurut Pradana, respons cepat aparat dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar, mengingat lokasi penemuan berada di kawasan pesisir yang cukup dekat dengan aktivitas masyarakat.

“Kami langsung memasang garis polisi, mensterilkan area, dan memastikan tidak ada warga yang mendekat. Langkah ini semata-mata untuk melindungi masyarakat,” katanya.


Polres Bangka Barat kemudian berkoordinasi dengan Tim Jibom Detasemen Gegana Sat Brimobda Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk penanganan lebih lanjut.

Pada sore hari, proyektil tersebut dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di Pantai Penggalang untuk dilakukan peledakan terkendali (disposal) sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Alhamdulillah, proses disposal berjalan lancar. Tidak ada korban dan situasi saat ini aman serta kondusif,” ujar Pradana.
Ia menegaskan, tindakan cepat tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mengedepankan langkah preventif demi menghindari potensi korban jiwa.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang ditemukan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki nilai sejarah peninggalan perang.

“Kalau menemukan benda yang menyerupai bom atau mortir, jangan disentuh. Segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian. Kami siap merespons dengan cepat,” tegasnya.

Pradana menambahkan, pihaknya akan meningkatkan patroli serta sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas guna memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kehadiran polisi bukan hanya saat ada kejadian, tetapi untuk memastikan warga merasa aman dalam setiap aktivitasnya,” kata dia. (**)

Baca Juga  Dapat Nilai ‘A’ dari DPR RI, Kapolda Babel Resmikan Rumah ke-13 Program Bedah Rumah di Pangkalpinang
error: Content is protected !!