Bangka BelitungBangka SelatanBeritaHukum & KriminalNasional

Kasus Dugaan Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Kian Marak, Bagaimana Kabar Kasus Rosidi Basel?

34
×

Kasus Dugaan Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis Kian Marak, Bagaimana Kabar Kasus Rosidi Basel?

Sebarkan artikel ini
Kondisi Aktivis Basel Muhammad Rosidi usai disiram air keras oleh OTD, (foto : Babel hebat)

PANGKALPINANG, LIVENEWS.CO.ID — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis makin marak terjadi. Salah satu yang viral saat ini. Kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.

Atas kasus itu, dilansir dari Detikcom bahwasanya Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari Penyidik Polres Jakarta Pusat dan Direktorat Krimal Umum Polda Metro Jaya.

“Kami saat ini sudah membentuk tim gabungan pengungkapan perkara yang terjadi, terdiri dari penyidik Satreskrim Polres Jakarta Pusat, kemudian penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya dan dari Bareskrim Polri,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).


Sebelumnya, juga sempat terjadi di Bangka Belitung, terhadap Muhammad Rosidi aktivis dari Bangka Selatan beberapa waktu lalu. Rosidi juga dinilai vokal mengkritisi Pemerintah maupun isu lingkungan yang terjadi di Babel.

Di lansir dari Babelhebat.com, serangan terhadap seorang aktivis di ruang publik memaksa aparat bergerak cepat. Pengungkapan kasus ini menjadi ujian nyata bagi penegakan hukum di Bangka Selatan, apakah mampu menjawab kegelisahan publik atau justru membiarkan ketakutan tumbuh.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Polres Bangka Selatan mulai bergerak melakukan serangkaian penyelidikan terkait perkara tindak pidana penganiayaan yang dialami aktivis Basel Muhammad Rosidi yang menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang terduga pelaku yang tidak dikenal, Selasa (17/2/2026) malam di Simpang Lampu Merah Ampera Toboali.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto melalui Kasi Humas Iptu Gj Budi menjelaskan laporan polisi terkait perkara tersebut sudah masuk dan saat ini ditangani secara serius.

“Saat ini Tim Gabungan sedang melaksanakan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap kasus tersebut,” kata Budi, Rabu (18/2) malam.

Akibat serangan tersebut, bagian tubuh korban melepuh mulai dari leher, dagu, perut, paha, hingga kaki. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Basel.


Kasus ini menjadi perhatian luas karena terjadi di ruang terbuka dan menyasar seorang aktivis. Pengungkapan yang cepat dan transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. (Radak)

Baca Juga  Polres Babar Ungkap Kasus Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 5 Orang Diamankan
error: Content is protected !!