JAKARTA, LIVENEWS.CO.ID — Duduk di balik kemudi dengan pasangan di samping menyusuri jalanan kota adalah impian banyak orang.
Bayangan itu membuat orang bahagia dan bermimpi ingin cepat-cepat membeli sebuah mobil tanpa pertimbangan yang matang.
Padahal, sebelum membeli mobil ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, salah satunya adalah membelinya secara cash atau kredit.
Berdasarkan data GAIKINDO, total penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 803.687 unit, di mana lebih dari 60 persen pembeliannya dilakukan melalui skema kredit.
Memang, sistem cicilan memberi solusi mudah bagi mereka yang ingin membeli mobil dengan cara yang lebih ringan.
Namun, ada juga yang merasa sistem kredit justru membuat rugi karena bunganya besar dan mobil yang baru dibeli langsung mengalami depresiasi atau penurunan nilai sebesar 10 persen hingga 20 persen setelah keluar dari dealer.
Jika demikian, mana sebenarnya yang lebih menguntungkan? Beli cash atau Kredit?
Kelebihan Membeli Mobil Secara Tunai
1. Bebas Tanggungan Cicilan
Dengan membeli mobil secara tunai atau cash, kamu tidak perlu lagi memikirkan beban cicilan bulanan yang harus disiapkan.
2. Terhindar dari Risiko Gagal Bayar
Saat kondisi keuangan mendadak jatuh, kamu tidak perlu takut atau khawatir mengalami risiko gagal bayar karena tidak bisa membayar cicilan mobil.
3. Langsung Mendapatkan Dokumen
Kamu bisa langsung mendapatkan BPKB dan STNK langsung tanpa harus menunggu cicilan lunas. Dengan begitu, saat kondisi mendesak, kamu bebas menjual mobilnya tanpa kapan saja.
4. Bebas Menggunakan dan Memodifikasi Mobil
Membeli mobil secara tunai memberi kebebasan kepada pemiliknya untuk memodifikasi mobil sesuai selera.
Kekurangan Membeli Mobil Secara Tunai
1. Tabungan Habis
Saat transaksi pembelian mobil berhasil, uang tabungan yang tersimpan di rekening akan langsung habis.
Padahal, masih ada biaya yang harus dikeluarkan seperti biaya pajak, perawatan mobil, dan operasional hariannya.
2. Jenis Mobil Terbatas
Kamu hanya bisa membeli mobil sesuai dana yang dimiliki. Jika ingin lebih bebas, opsi terbaik adalah membeli mobil bekas atau model lama.
3. Tidak Mendapatkan Asuransi
Mobil yang dibeli secara tunai tidak dilengkapi dengan asuransi. Jika ingin menggunakannya, kamu harus membeli asuransi secara terpisah.
Kelebihan Membeli Mobil Secara Kredit atau Cicilan
1. Bisa Beli Mobil dengan Dana Terbatas
Hanya perlu membayar DP dan memilih tenor cicilan, kamu bisa langsung memiliki mobil, meski tidak membayarnya secara penuh.
2. Cicilan Ringan
Biaya yang dikeluarkan terasa lebih ringan karena bisa disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing.
3. Punya Dana Sisa Banyak
Rasa tenang karena dana di rekening tidak langsung ludes. Kamu punya simpanan yang cukup, sehingga saat ingin mengajak keluarga jalan-jalan, kamu bisa menikmati mobil tanpa rasa khawatir soal kondisi keuangan.
4. Mobil Langsung Diasuransikan
Mobil yang dibeli secara kredit secara otomatis sudah dilengkapi dengan asuransi untuk meminimalisir kerugian bagi konsumen, dealer, dan perusahaan pembiayaan.
Kekurangan Membeli Mobil Secara Kredit
1. Fluktuasi Suku Bunga
Harus siap menghadapi fluktuasi suku bunga yang naik turun. Kondisi ini akan mempengaruhi pada jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulannya.
2. Status Mobil Masih Milik Perusahaan Pembiayaan
Selama masa cicilan berlangsung, status kepemilikan mobil masih milik perusahaan pembiayaan. Setelah menyelesaikan masa cicilan, kamu baru bisa mendapatkan dokumen dan kepemilikan kendaraan.
3. Risiko Gagal Bayar dan Mobil Disita
Ketika kondisi keuangan mendadak memburuk, risiko gagal bayar hingga mobil disita sangat besar.
Jadi, Beli Mobil Cash atau Kredit?
Menurut pendapat Theo Derick, influencer di bidang keuangan, idealnya membeli sebuah mobil dilakukan secara cash atau tunai.
Namun, pastikan uang yang dimiliki setidaknya 2-3 kali harga mobil, karena akan ada pengeluaran-pengeluaran yang harus ditanggung dikemudian hari.
Seperti pajak mobil, servis berkala, biaya asuransi, parkir, tol, bensin, semua pengeluaran yang biasanya dilupakan orang saat membeli mobil.
Tetapi jika merasa sayang mengeluarkan uang langsung 300 juta (misalnya), boleh membelinya secara kredit, asal uang sisanya dikembangkan lagi ke instrumen investasi untuk menutupi bunga dan membiayai cicilan bulanan.
Jadi, kembali lagi ke kondisi keuangan masing-masing. Jika punya dana besar dan aktif mobilitas, lebih baik langsung membelinya secara cash.
Jika tidak, bisa menggunakan skema kredit, dengan syarat harus memiliki dana cadangan yang bisa digunakan untuk menutupi biaya-biaya tidak terduga.
Sumber : Inilahcom












