SULTRA, LIVENEWS.CO.ID — Keputusan mengejutkan datang dari Aipda Vicky Aristo Katiandagho. Polisi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus (Tipidkor) Satreskrim Polres Minahasa itu memilih mundur dari institusi Polri dan kini menjalani kehidupan baru dengan berjualan kopi.
Langkah tersebut diambil setelah dirinya dimutasi secara mendadak ke Polres Kepulauan Talaud saat tengah menangani kasus dugaan korupsi yang menyita perhatian publik di Kabupaten Minahasa.
Kasus yang sedang ia tangani berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan tahun 2020, sebuah program pemerintah daerah yang diduga menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.
Sebelum dimutasi, Vicky bertugas sebagai Kanit Tipidkor di Satreskrim Polres Minahasa dengan tanggung jawab menangani perkara tindak pidana korupsi.
Ia mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus pengadaan tas ramah lingkungan tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak Januari 2021.
Setelah melalui serangkaian penyelidikan dan gelar perkara di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Utara, status perkara akhirnya ditingkatkan menjadi penyidikan pada 5 September 2024.
“Saat itu kami menemukan indikasi peristiwa pidana sehingga perkara dinaikkan ke tahap penyidikan,” ujarnya.
Selama proses penyidikan berjalan, tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai dokumen penting sebagai alat bukti.
Penyidik juga telah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Sulawesi Utara untuk menghitung potensi kerugian negara dalam kasus tersebut. Namun di tengah proses itu, Vicky mengaku tiba-tiba dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud tanpa mengetahui alasan yang jelas.
Pengunduran Diri yang Lama Diproses
Tak lama setelah mutasi tersebut, Vicky memutuskan mengajukan pengunduran diri dari Polri. Ia menyebut surat pengunduran dirinya sebenarnya sudah diajukan sejak Juni 2025, namun baru disetujui pada tahun ini.
Meski enggan menjelaskan secara rinci alasan mundur dari kepolisian, ia mengisyaratkan bahwa mutasi yang diterimanya menjadi salah satu faktor penting.
“Itu salah satu alasannya,” katanya singkat.
Pilih Berjualan Kopi Setelah tidak lagi menjadi anggota Polri, Vicky memilih menjalani aktivitas baru yang jauh dari dunia penegakan hukum. Dengan nada santai ia mengatakan kini tengah menikmati kesibukan berjualan kopi.
“Saya masih menikmati jualan kopi,” ujarnya sambil tertawa.
Di media sosial, Vicky juga sempat menulis kalimat yang menyita perhatian publik.
“Lebih baik jadi tukang kopi daripada tunduk pada penjilat,” tulisnya.
Video Perpisahan yang Viral Keputusan Vicky mundur dari kepolisian semakin menjadi sorotan setelah ia mengunggah video perpisahan di akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, ia terlihat meninggalkan kantor Polda Sulawesi Utara bersama putrinya.
Momen haru terekam ketika ia berjalan menuju lapangan upacara untuk memberi hormat kepada bendera Merah Putih sebelum bersujud sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Melalui unggahan di media sosial, Vicky juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada institusi tempatnya pernah bertugas, termasuk Polda Sulut, Polres Minahasa, dan Polres Kepulauan Talaud.
Ia menegaskan bahwa meski tidak lagi mengenakan seragam cokelat, semangat pengabdian sebagai Bhayangkara akan tetap melekat dalam dirinya.
“Kapan pun baju cokelat ini bisa tanggal, tetapi jiwa Sekali Bhayangkara tetap Bhayangkara,” tulisnya.
Sumber : seputarcibubur.com
Usai Dimutasi Mendadak, Aipda Vicky Tinggalkan Kepolisian, Kini Jualan Kopi












